Postingan

Bagaimana Ronda di Desamu?

 Bagaimana Ronda di Desamu? Tung Widut Ronda  sahur dilakukan sekelompok orang membangunkan orang untuk makan sahur.  Cara membangunkan dengan menggunakan tetabuhan. Sekelompok orang ini berkeliling desa. Pada jaman dahulu ronda sahur di lakukan oleh para santri. Mereka sehabir salat tarawih, deres (membaca  Al qur'an).  Selesai deres biasanya mereka tidur di surau (langgar). Malamnya mereka secara berkelompok mengadakan ronda. Menabuh kentongan kayu atau bambu.  Sesuai perkembangan jaman, sekitar tahun 1980-an  yang mereka tabuh tidak hanya kentongan. Mereka menambahnya dengan kaleng roti atau curigen minyak. Sehingga mempunyai suara yang antar kelompok.  Para pelaku ronda sahurpun sudah berkembang. Tak hanya para santri tetapi kelompok anak yang rumahnya berdekatan (bertetangga).   Pada tahun 1985-nan ada perkembangan musik yang di gunkan. Mereka menambah dengan besi. Suara besi yang dipukul menghasilkan bunyi mirip keluncing. (Alat mu...

Apalagi dengan Mu

 Apalagi dengan Mu Tung Widut Senyum masih menawan Keramahan  dari sisi bibir masir terpancar Untuk apalagi semua disuguhkan Bila hanya sebuah lepalsuan Pergilah dengan keiklasan Semua disadari dari kebiasaan Hitam putih semua sudah ditelan Pergi saja tak apa Hari demi hari bukan untuk sebuah kegembiraan Ketenangan perlu ada pada hati terdalam Morgana tawa sederetan kata-kata merayu Tak kan ada lagi cerita  tentangmu Tentang sebuah perkenalan yang tak berujung Tentang kemauan yang tak  tersambung Tentang segala yang diminta dengan pengharapan Hanya ada permitaan  terkabulkan Tangan ku iklas memberi Hatiku tulus menemani Ridho Tuhan yang dinanti Ingin suatu saat dapat menikmati

Kerling Mata

 Kerling Mata Tung Widut Temaram antara riuh kejujuran Ada permainan dibalik  sorot mata Rahasia yang tak terencana  Spontan mata mengkode pada bagiannya Isyarat  mengikuti alur yang direncanakan Mata-mata nakal Menjerat dengan rayuan dari kejauhan Permainan hati  Mengharap instan tergila padanya Sebelah mata mengkode denga semyum tipis Genit rasanya Kerling sebuah gaya Yang bisa menjadi kebiasaan buruk Sulit ditepis dari raga  Semula  karena ketidak nyamanan Kerling berjuta makna Mata alat penyampainya

Rembulan Kan Sirna

Gambar
 Rembulan Kan Sirna Tung Widut Kenalmu tak istimewa Kata santun rak menjamin menjadi istimewa Hanya sebuah pertemanan karena kecanggihan tekonolgi Sapa sekenanya tanpa makna berlebih Kala setiap saat bercengkerama  Sebagai hiasan hidup  Sebagai teman dalam sepi Yang mengisi hanya saat angin berhenti berkembus Berlalu bersama derai hujan  Berpendar bersama  sinar mentari  Malam akan berbintang Menghilang kala pagi datang Mentari kala pagi Tenggelam malam menjelang Begitu juga katamu Tak pernah  bersarang dalam benak Tak kan tersimpan dalam angan Tak kan abadi seperti karya sejati Jangan mengharap arti Rayuan itu hanya sebuah elengi Hilang bersama waktu di hari pagi

Rayu

Gambar
 Rayu Tung Widut Manis gumpalan awan kata yang terucap Membuka hati agar tertambat Bukan rinai cinta yang diturukan Gericik jalan menuju tujuan Denting air gerimis mengikis hati Perlahan makna kata akan terukis manis Tangan membuka menerima Kasih yang sebenarnya ingin mendapatkan Raihlah tunas dari  dari buah yang di semai Tersiram air hujan subur menjadi Kembali kata rayuan terus menyirami Petiklah buah hasil reka usaha Katamu kau bukan siapa-siapa dan aku tak peduli kau siapa Naluri kebaikan  kutawarkan Bukan hasil semai  lelucon kala tua Inilah yang kau pinta Inilah yang kau suka  Ini pula yang kau harapkan
Gambar
 

Antri Kue Hari Raya

Gambar
 Antri Kue Hari Raya Tung Widut Hari raya kali ini patut dimeriahkan. Pemerintah resmi mengadakan cuti bersama tanggal 2-3 Mei 2022. Legalah bagi para ASN tidak harus mengadakan presensi kerja di hari raya.  Tidak seperti tahun lalu.  Tahun lalu larangan mudik dengan penyekatan ketat di lakukan di setiap ruas jalan.  Pemudik yang terjaring penyekatan benar-benar harus putar balik. Jalan tikus pun sudah dipertimbangkan cara menyekatnya.  Bicara hari raya dari kaca mata emak-emak. Sebagai ratu dafter, emak-emak paling rempong  menyiapkan perayaan hari raya. Awal romadhon sudah membuat perencanaan pakaian  anak-anaknya, suami dan yang paling heboh pakaian sendiri.   Hari demi dilalui dengan kesibukan mencicil  menyambut perayaan.  Tak kalah pentingnya kue lebaran juga menyita waktu untuk dipersiapkan.  Emak-emak ini rela mengantri di sebuah toko kue untuk membeli aneka kue sesuai selera.  Toko buka jam sembilan. Emak-emak rel...