Postingan

Riasan Dagelan pada Ketoprak

Gambar
 Riasan Dagelan pada Ketoprak     Riasan tokoh dagelan atau pelawak dalam ketoprak pada dasarnya berfungsi membedakan perannya dari tokoh-tokoh lainnya. Riasan ini sengaja dibuat lebih mencolok dan khas, agar sejak pertama kali tampil langsung menarik perhatian penonton sekaligus menimbulkan senyum dan tawa — kelucuannya sudah tercipta dari penampilan wajahnya sendiri.   Biasanya pelawak menggunakan bedak putih yang tebal merata di seluruh wajah; alis digambar melengkung, kadang kiri dan kanan tidak sama atau bergelombang, menjadi ciri khas pribadi yang tak tertukar. Garis mata dibuat tebal agar terkesan riang, kedua pipi serta ujung hidung diwarnai merah yang menyala, dan kerap ditambahkan garis-garis atau bintik hitam di dahi, pipi, maupun hidung. Bibir dihias merah tebal, bisa tiga kali lebih lebar dari aslinya atau dibentuk miring; bahkan ada yang menggambar bagian gigi yang hilang agar tampak ompong dan makin jenaka. Bagi tokoh laki-laki, biasanya dipasang kumi...

Suntana Sore

Gambar
 Suntana Sore Sore itu, Suntana dan Wijaya menyapa matahari yang mulai tenggelam. Terlihat di layar ponselnya, pukul empat lewat lima menit. Ia pun bergegas menyiapkan segala perlengkapan untuk membersihkan AC. Kali ini ia benar-benar menepati janjinya kepada Widya untuk merawat AC di rumahnya. Senyum tipis tersungging di bibirnya saat membayangkan uang tambahan itu, meski tak seberapa, akan sangat berguna baginya. Dengan meminjam peralatan yang tersedia di tempat kerja, mereka berangkat dengan penuh semangat menuju rumah Bu Widya.   "OTW, Bu." — pesannya terkirim lewat WhatsApp.   Di sepanjang jalan, ia berkali-kali melirik layar ponsel yang digenggam erat. Belum ada balasan dari Bu Widya. Namun ia tak berkecil hati, optimisme tetap menyala di hatinya. Pasti Bu Widya sedang sibuk saja, pikirnya. Ia melangkah mantap, terus melaju menuju alamat yang dituju. Benar saja, tak sia-sia perjalanan mereka. Sesampainya di rumah Bu Widya, pemilik rumah sudah menunggu di teras, mesk...

Pagar Hijau yang Menyejukkan Sekaligus Menyehatkan

Gambar
  Pagar Hijau yang Menyejukkan Sekaligus Menyehatkan   Tinggal di desa, kerap kita menjumpai pagar yang menghijau, ditata apik dan rapi. Pagar ini biasanya tumbuh subur di bagian depan maupun samping rumah yang mendapat cukup sinar matahari. Itulah tanaman beluntas — bukan sekadar pagar biasa, melainkan tanaman yang memiliki manfaat ganda.   Daunnya yang hijau lebat mudah dipangkas dan dibentuk rapi, sehingga selain berfungsi sebagai pembatas halaman, beluntas juga menghiasi rumah dengan tampilan yang estetis serta memberikan keteduhan yang maksimal. Rimbunnya daun membuat suasana terasa sejuk dan segar.   Secara ilmiah bernama Pluchea indica, beluntas memiliki bentuk daun yang agak kasar — berbentuk lonjong, tepinya bergerigi, dan berambut halus. Semakin tua, permukaannya terasa makin kasar jika disentuh. Aromanya khas, segar, sekaligus sedikit menyengat. Rasanya agak pahit, namun di balik kepahitan itu tersimpan kandungan yang luar biasa. Para ahli menyebutkan bahw...

Disbudpar Kabupaten Blitar Dukung Penuh Pementasan Ketoprak Kridho Manunggal dan Kafe Saljuri

Gambar
 Disbudpar Kabupaten Blitar Dukung Penuh Pementasan Ketoprak Kridho Manunggal dan Kafe Saljuri   Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar memberikan dukungan penuh kepada kafe Saljuri serta Kelompok Seni Ketoprak Kridho Manunggal. Tepat pada Sabtu, 19 September 2026, Kelompok Seni Ketoprak Kridho Manunggal menggelar pementasan di Kafe Saljuri, Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, dengan mengangkat lakon berjudul Ronggolawe Balelo.   Judul ini dipilih bukan tanpa makna — tersirat pesan-pesan penting yang ingin disampaikan kelompok kesenian Kridho Manunggal menyikapi dinamika yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk fenomena yang sedang viral, namun menyentuh lebih dalam. Lebih sekadar kritik sosial, pementasan ini menekankan pada pelestarian budaya ketoprak yang kini mulai langka dan semakin dilupakan. Ketoprak merupakan kesenian yang utuh dan kompleks — perpaduan teater, musik, tata rias, tata cahaya, dan seni suara yang tak dapat diwuj...

Kelas XII Tak Lancar Membaca

Gambar
  Kelas XII Tak Lancar Membaca Masyarakat umum tentu akan tercengang mendengar kabar ini: siswa yang duduk di bangku kelas dua belas ternyata belum lancar membaca. Fenomena ini bukan sekadar keluhan yang muncul begitu saja, bukan pula karangan pihak-pihak di dunia pendidikan semata — melainkan kenyataan yang sungguh-sungguh ditemui di lapangan.   Fakta ini memang bertolak belakang dengan gambaran kemajuan perekonomian serta berita-berita tentang berkembangnya pendidikan di Indonesia. Kementerian Pendidikan pun pernah mengemukakan hal serupa: sekitar 75 persen remaja berusia lima belas tahun di Indonesia belum mampu membaca secara lancar, terutama ketika dihadapkan pada teks-teks yang panjang. Menemukan permasalahan ini, kita tak boleh serta-merta menyalahkan satu pihak atau pihak lain. Penyebab para siswa belum lancar membaca berakar dari berbagai hal. Ketika mereka duduk di bangku Sekolah Dasar — masa yang seharusnya menjadi fondasi untuk mengasah kemampuan membaca — justru d...

LAMPU LED HOREG: Cahaya Mengikuti Irama, Menjadi Jiwa Pawai Sound

Gambar
  LAMPU LED HOREG: Cahaya Mengikuti Irama, Menjadi Jiwa Pawai Sound   Fenomena pawai sound horeg atau cek sound yang marak berlangsung sejak bulan Agustus hingga September ini berkembang pesat. Jika dahulu acara ini hanya berfokus pada kekuatan dentuman bass yang menggelegar, kini sajian visual turut menjadi daya tarik utama berkat kehadiran lampu LED. Dipasang pada truk pengangkut sistem suara, lampu LED warna-warni atau RGB ini menyala dan berkedip dengan presisi, mengikuti setiap hentakan bass serta ritme musik yang diputar.   Tren penggunaan lampu LED RGB ini tidak hanya berhenti di jalanan saat karnaval. Harganya yang bervariasi—mulai dari seratus ribuan hingga ratusan ribu rupiah—membuat teknologi pencahayaan ini makin terjangkau, sehingga dimanfaatkan pula untuk berbagai kebutuhan lain: mulai dari dekorasi panggung kecil, pemanis interior kamar, hingga dipasang pada miniatur truk mainan yang dilengkapi pengeras suara Bluetooth.   Kelebihan lampu LED ini sunggu...

Bahasa yang Digunakan dalam Seni Pertunjukan Ketoprak

Gambar
 Bahasa yang Digunakan dalam Seni Pertunjukan Ketoprak Bahasa yang digunakan dalam ketoprak dibagi menjadi tiga jenis, yaitu bahasa Jawa halus, bahasa Jawa madya, dan bahasa Jawa ngoko.   Bahasa Jawa halus digunakan oleh tokoh bangsawan seperti raja, maupun tokoh yang dihormati, atau saat berbicara kepada orang yang lebih tua dan dijunjung tinggi. Penggunaannya bertujuan menggambarkan keagungan, menunjukkan kedudukan yang tinggi, serta menumbuhkan adab dan kesopanan terhadap mereka yang memiliki derajat lebih tinggi.   Sementara itu, bahasa Jawa madya adalah bahasa bertingkat menengah. Bahasa ini dipakai untuk percakapan antartokoh yang derajat maupun hubungannya setara atau biasa saja.   Adapun bahasa Jawa ngoko merupakan bahasa yang sifatnya santai dan akrab. Biasanya digunakan oleh tokoh rakyat jelata, abdi dalem yang berbicara dengan sesamanya, maupun tokoh pelawak. Bahasa ini juga muncul saat suasana terasa akrab dan santai. Penggunaan bahasa ngoko menandakan ba...