Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Gending Sampak Sebagai Pembuka Pertunjukan Ketoprak

Gambar
Gending Sampak Sebagai Pembuka Pertunjukan Ketoprak  Tung Widut   Meskipun Ladrang Wilujeng menjadi standar resmi, banyak kelompok dan seniman ketoprak yang memilih menggunakan Gending Sampak sebagai pembuka pertunjukan. Gending ini memiliki irama yang cepat, dinamis, dan bersemangat, berbeda jauh dengan nuansa tenang pada Ladrang Wilujeng . Makna kata Sampak adalah gerak dan persiapan, sehingga gending ini sangat tepat digunakan untuk membangkitkan semangat para pemain maupun penonton sejak awal.   Fungsi utama Sampak tidak hanya sebagai pembuka, tetapi juga sebagai penanda perpindahan suasana. Setelah suasana hening dan tenang dari gending pendahulu, irama Sampak digunakan peralihan menuju suasana yang lebih hidup. Gending ini dimainkan bersamaan saat para pemain mulai masuk ke panggung, memberi isyarat bahwa masa persiapan selesai, dan cerita yang penuh peristiwa serta alur kisah akan segera dimulai .   Selain  gending di atas, terdapat pula Ketawang Puspa Wa...

Gending Tlutur untuk Mengiringi Agedan Ketoprak.

Gambar
 Gending Tlutur untuk  Mengiringi Agedan Ketoprak.  Tung Widut Karawitan adalah seni pertunjukan musik tradisional Jawa yang memadukan bunyi dari alat musik gamelan dengan suara manusia (tembang), bukan sekadar iringan alat semata . Salah satu komposisi yang khas adalah Gending Tlutur.   Gending Tlutur adalah jenis gending karawitan Jawa yang diciptakan dan dimainkan dengan nada, irama, serta alunan yang lembut, lambat, dan mendalam. Sifat utamanya adalah membangun suasana sedih, haru, syahdu, hingga seperti tangis atau kesedihan yang mendalam.   Dalam pementasan seperti Ketoprak, gending ini secara khusus dipakai untuk mengiringi adegan yang menyedihkan, terutama saat menggambarkan perasaan seorang istri yang sedang bersedih, menangis, atau berpisah/ditinggal oleh suaminya. Musiknya seolah menjadi pengungkap perasaan yang tak terucapkan, membuat suasana adegan menjadi lebih terasa menyentuh hati dan penuh kesedihan. Bahkan, dalam penggunaannya pada pertunjukan,...

Simbol Kelir dalam Pagelaran Ketoprak

Gambar
 Simbol Kelir dalam Pagelaran Ketoprak Tung Widut   Ketoprak, salah satu seni pertunjukan tradisional Jawa yang kaya akan nilai budaya dan cerita, selalu menghadirkan keindahan yang tak hanya berasal dari akting para pemain, melainkan juga dari unsur pendukung panggung yang penuh makna. Salah satu elemen terpenting yang tak pernah terlewatkan dalam setiap pagelaran ketoprak adalah kelir.   Kelir adalah sebutan untuk kain berupa layar atau tirai yang berfungsi sebagai penutup panggung. Keberadaannya bukan sekadar hiasan semata, melainkan berperan besar dalam membangun suasana, menjadi latar belakang cerita, hingga menjadi penanda pergantian adegan. Lebih dari itu, kelir juga berfungsi sebagai media penyampai pesan dan gambaran isi cerita lewat warna-warna yang ditampilkannya. Setiap warna yang dipilih memiliki arti dan makna tersendiri yang disesuaikan dengan suasana, watak tokoh, maupun latar tempat dalam cerita yang dibawakan. Berikut adalah makna dari masing-masing warn...

Tantangan dan Solusi bagi Pemain Ketoprak Pemula

Gambar
 Tantangan dan Solusi bagi Pemain Ketoprak Pemula Tung Widut   Bagi para pemain ketoprak pemula, panggung adalah ruang yang penuh kejutan. Saat berlatih, segala sesuatunya berjalan teratur: alur cerita sudah ditetapkan, dialog tertulis rapi di naskah, dan setiap gerakan sudah dipersiapkan matang. Namun, saat giliran tampil di atas panggung tiba, realitas yang dihadapi sering kali sangat berbeda. Perbedaan mencolok antara suasana latihan dan penampilan nyata menjadi tantangan utama yang harus segera dipahami dan diatasi oleh setiap pemula.   Perbedaan ini muncul karena berbagai alasan yang tak terhindarkan. Di atas panggung, sering kali ada bagian dialog atau poin cerita yang hilang dari ingatan, namun di sisi lain, momen-momen baru yang tak direncanakan justru muncul secara alami. Hal ini umum terjadi karena lawan main pun bisa mengalami kendala yang sama, seperti lupa naskah atau gugup. Selain itu, kehadiran pemain yang sudah berpengalaman atau senior juga turut memengar...

Karawitan Pospitorum Meriahkan Penyambutan Silaturahmi Lemhanas RI di Blit

Gambar
    Kelompok Karawitan Pospitorum Meriahkan Penyambutan Silaturahmi Lemhanas RI di Blitar Tung Widut   Blitar, 13 Mei 2026 – Suara alunan gamelan yang syahdu dan tembang-tembang merdu menggema di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kabupaten Blitar, pada Rabu (13/5). Itulah penampilan dari Kelompok Karawitan Pospitorum yang turut memeriahkan acara penyambutan dan silaturahmi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Alunan nada talu yang dimainkan, diiringi suara sinden yang lantang dan melengking, menyuguhkan suasana budaya yang kental dan penuh semangat.   Kelompok kesenian ini merupakan binaan dari Kelompok Tani Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, dan bergerak di bawah pimpinan Ki Sukrobawono. Penampilan mereka menjadi sajian istimewa dalam rangka menyambut kedatangan rombongan Lemhanas RI, yang turut dihadiri langsung oleh Bupati Blitar, Riyanto, serta Wakil Bupati Blitar, Becky Hardiansyah.   Kehadiran para tokoh penting dan pejabat daerah tersebut...

Pentingnya Penolakan Hujan dalam Pementasan Ketoprak

Gambar
 Pentingnya Penolakan Hujan dalam Pementasan Ketoprak Tung Widut Dalam tradisi seni pertunjukan Jawa, ketoprak bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari warisan budaya yang dijaga dengan penuh rasa hormat. Salah satu hal yang kerap dilakukan sebelum maupun saat pementasan adalah permohonan agar terhindar dari hujan. Tindakan ini dikenal dengan sebutan nyenyuwun atau ngeter, dan ternyata memiliki makna yang sangat mendalam, baik dalam hubungan antarmanusia, aspek teknis pertunjukan, maupun nilai spiritual yang melekat di dalamnya.   Secara teknis, alasan utama penolakan hujan berkaitan erat dengan peralatan pendukung pementasan. Irama dan alur cerita ketoprak diiringi oleh gamelan, yang terbuat dari gabungan logam dan kayu. Jika terkena air hujan, bagian logamnya berisiko mengalami karatan dan kerusakan permanen, sedangkan bagian kayu akan berubah sifatnya sehingga menghasilkan bunyi yang tidak lagi indah atau sesuai nada aslinya. Tidak hanya itu, peralatan pendukung lain se...

Sesajen Simbol Komunikasi dalam Budaya Jawa

Gambar
  Sesajen Simbol Komunikasi dalam Budaya Jawa Tung Widut Kata “sesajen” atau sering disebut “sajen” berasal dari kata dasar bahasa Jawa "saji" yang berarti hidangan atau sajian. Bagi masyarakat Jawa, Sunda, dan Bali, sesajen bukan sekadar kumpulan makanan yang ditata rapi, melainkan sarana komunikasi yang sarat makna. Menjadi jembatan penghubung antara manusia dengan sesama manusia, dengan alam semesta, serta manusia dengan kekuatan spiritual yang dipercaya ada di sekitar kehidupan. Setiap elemen yang ada dalam sesajen tidak dipilih secara acak, melainkan memiliki makna simbolis dan doa yang tersirat di dalamnya. Setiap bahan yang disajikan dalam sesajen mengandung pesan mendalam tentang kehidupan dan nilai luhur. Bunga setaman yang harum melambangkan niat yang suci dan ketulusan hati saat mempersembahkannya. Bubur merah putih, yang dikenal juga sebagai simbol “bibit dari ayah dan ibu”, menggambarkan asal-usul manusia yang lahir dari pertemuan unsur duniawi dan rohani...

Pemeran Pendukung dalam Seni Pertunjukan Ketoprak

Gambar
  Pemeran Pendukung  dalam Seni Pertunjukan Ketoprak Tung Widut Ketoprak merupakan salah satu seni pertunjukan teater tradisional Jawa yang lahir dan berkembang mula-mula di wilayah Yogyakarta dan Surakarta, lalu berkembang pesat dan digemari pula di Jawa Timur hingga kini. Di dalam setiap pementasan ketoprak, struktur cerita dibangun oleh berbagai jenis peran, mulai dari tokoh utama hingga tokoh pendukung, yang masing-masing memiliki fungsi dan keistimewaan tersendiri. Salah satu kelompok pemeran yang sangat vital namun sering kurang mendapatkan perhatian adalah pemeran pendukung atau yang biasa disebut sebagai pemeran amatir. Berbeda dengan tokoh utama seperti raja, pahlawan, atau tokoh sentral cerita, pemeran ini mengisi peran-peran seperti abdi dalem, pengiring, prajurit, orang kepercayaan, penjaga, atau pembantu. Meski tidak memegang peran sentral, keberadaan mereka menjadi jembatan utama yang menghubungkan jalan cerita serta menjalin hubungan antartokoh utama dengan...

Pentingnya Tata Rias dalam Seni Pertunjukan Ketoprak

Gambar
  Pentingnya Tata Rias dalam Seni Pertunjukan Ketoprak Tung Widut  Tata rias atau makeup merupakan salah satu elemen yang sangat vital dalam dunia seni peran, termasuk dalam pertunjukan ketoprak . Banyak orang mengira bahwa riasan hanya berfungsi untuk mempercantik wajah para pemain, padahal perannya jauh lebih mendalam daripada itu. Riasan merupakan alat bantu yang mendukung keseluruhan cerita dan sangat menentukan bagaimana karakter seorang tokoh dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton. Fungsi utamanya bukan hanya sekadar estetika, melainkan sebagai media komunikasi visual yang membantu penonton memahami jiwa, sifat, dan latar belakang dari tokoh yang diperankan. Dalam penerapannya, teknik dan gaya riasan disesuaikan dengan karakter yang ingin ditonjolkan. Untuk tokoh yang memiliki sifat halus, lembut, atau baik hati, biasanya digunakan riasan yang natural dengan pemilihan warna-warna yang soft dan garis yang tidak terlalu mencolok. Sebaliknya, tokoh yang berkar...

Sukses Ketoprak Wargo Budoyo dan Krido Manunggal Gelar Pementasan

Gambar
    Sukses Ketoprak Wargo Budoyo dan Krido Manunggal Gelar Pementasan Tung widut Sabtu, 2 Mei 2026, Lapangan Sumber Cangkring, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, menjadi saksi meriahnya pementasan gabungan antara Ketoprak Wargo Budoyo dan Krido Manunggal. Kedua kelompok seni ini membawakan lakon legendaris yang sudah tidak asing bagi masyarakat Jawa, yaitu "Ande-ande Lumut". Acara ini digelar dalam rangka kegiatan amal yang diinisiasi oleh Pelangi Peduli Kasih Desa Sumber Cangkring. Meskipun sempat mundur dari jadwal yang seharusnya dimulai pukul 19.00 WIB menjadi pukul 21.00 WIB dikarenakan pertunjukan seni Jaranan yang baru selesai pada pukul 18.00 WIB, namun keseluruhan acara berjalan sangat sukses dan lancar hingga akhir. Pementasan diawali dengan adegan megah yang menampilkan Raja, Permaisuri, beserta para prajurit yang akan melamar Roro Pandaning Kuning ke daerah Dadapan. Cerita berjalan sangat seru dan menarik, dipuncaki dengan adegan peperangan antara...

Pentingnya Gladi Bersih dalam Persiapan Pertunjukan Ketoprak

Gambar
  Pentingnya Gladi Bersih dalam Persiapan Pertunjukan Ketoprak Tung Widut Gladi bersih menjadi salah satu tahapan yang sangat diutamakan dalam rangkaian persiapan pertunjukan ketoprak. Hal ini dikarenakan gladi bersih pada hakikatnya merupakan gambaran dan pelaksanaan pertunjukan yang sesungguhnya. Saat tahapan ini berlangsung, segala sesuatu yang telah dipersiapkan semuanya sudah dijalankan persis seperti apa yang akan ditampilkan pada hari pelaksanaan nanti, mulai dari tata letak, perlengkapan pertunjukan, hingga seluruh rangkaian adegan yang disajikan. Bahkan perlengkapan pendukung seperti properti yang digunakan pun sudah dipastikan dalam keadaan siap pakai dan terawat dengan baik, misalnya alat-alat peraga maupun perlengkapan lain yang berperan penting dalam menghidupkan jalan cerita. Tujuan utama diadakannya gladi bersih ini adalah untuk menentukan dan menyamakan lamanya waktu penyajian setiap bagian cerita, sehingga durasi keseluruhan pertunjukan dapat terukur dan di...

Memahami Tahapan Gladi Kotor dalam Persiapan Pertunjukan

Gambar
  Memahami Tahapan Gladi Kotor dalam Persiapan Pertunjukan Tung Widut Dalam rangkaian persiapan sebuah pertunjukan, gladi kotor menjadi salah satu tahapan yang memiliki peran sangat penting. Kegiatan ini merupakan bentuk pemantapan keseluruhan susunan pertunjukan, yang bertujuan untuk memberikan gambaran nyata bagaimana pertunjukan itu akan disajikan kelak. Di dalamnya terangkai berbagai unsur penyaji, mulai dari percakapan atau dialog yang telah disusun dan diatur terlebih dahulu, hingga iringan musik yang dimainkan dengan alat musik tradisional seperti gamelan. Secara garis besar, pelaksanaannya memiliki kemiripan dengan latihan-latihan yang telah dijalankan sebelumnya, namun memiliki tujuan dan ciri khas tersendiri. Yang membedakan tahapan ini dengan latihan-latihan sebelumnya adalah cara pelaksanaannya. Meskipun dijalankan mulai dari adegan pembukaan hingga penutup secara berurutan, pertunjukan tidak berjalan terus tanpa jeda. Kapan saja terdapat bagian yang belum sesuai...

Raja dalam Pegelaran Ketoprak

Gambar
  Raja dalam Pegelaran Ketoprak Tung Widut Pertunjukan ketoprak, sosok raja digambarkan sebagai satu-satunya penguasa mutlak di suatu wilayah. Sebagai simbol kekuasaan tertinggi, raja tampil dengan busana kebesaran lengkap yang memancarkan kemewahan. Pakaian yang dikenakan memiliki motif halus dengan warna-warna teduh, diperindah dengan hiasan berkilauan bernuansa emas. Kesan megah ini dipertegas dengan hiasan kepala berukuran besar, tinggi, dan berwarna emas yang melambangkan kekayaan serta kewibawaan raja.   Berkomunikasi merupakan hal mutlak yang dilakukan dalam ketoprak sedangkan dalam berkomunikasi raja menggunakan ragam bahasa yang disesuaikan dengan lawan bicaranya. Kepada sesama bangsawan atau tokoh yang dihormati, ia menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil yang sangat sopan. Sebaliknya, saat berbicara dengan bawahan atau rakyat biasa, raja menggunakan bahasa Ngoko untuk menegaskan otoritasnya. Gaya bicaranya terdengar tegas, lambat, dan jelas, dengan pilihan kata ya...

Kentongan Identitas Kesenian Ketoprak

Gambar
Kentongan Identitas Kesenian Ketoprak "Tok truk tuk tuk tuk tuk..." Suara ritmis yang semakin cepat dan bertalu-talu itu memecah keheningan malam. Bunyinya yang khas seolah memanggil rasa penasaran, menciptakan ketegangan, dan menggerakkan emosi penonton. Itulah suara kentongan, alat musik yang menjadi nyawa dalam setiap pagelaran seni Ketoprak. Kentongan merupakan alat musik ritmis yang umumnya dibuat dari bahan bambu atau kayu. Bentuknya cenderung bulat memanjang dengan panjang rata-rata sekitar 50 cm. Bagian tengahnya dilubangi dan diberi celah atau lubang pada sisi kiri sebagai resonator agar suara yang dihasilkan menjadi nyaring dan bergaung. Alat ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu atau karet. Meskipun ukuran kentongan bermacam-macam, ada yang besar, kecil, maupun sedang, namun dalam pertunjukan Ketoprak biasanya digunakan jenis kentongan berukuran sedang. Ukuran ini dianggap paling pas untuk menghasilkan suara yang...

Tari Gambyong dalam Pementasan Ketoprak

Gambar
      Tari Gambyong dalam Pementasan Ketoprak  Tung Widut Tari Gambyong merupakan salah satu tarian klasik yang berasal dari daerah Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Tarian ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan erat kaitannya dengan kesenian keraton.   Nama "Gambyong" diambil dari nama seorang penari bernama Mbok Gambyong yang hidup pada masa pemerintahan Susuhunan Pakubuwono IV. Karena keindahan gerakan dan penampilannya yang memukau, tarian yang dibawakannya kemudian dikenal dengan nama Tari Gambyong. Awalnya, tarian ini hanya dipentaskan di lingkungan keraton saja untuk menghibur keluarga raja dan para tamu kehormatan.   Secara umum, Tari Gambyong berfungsi sebagai tari persembahan atau tari penyambutan. Tarian ini ditarikan untuk menyambut tamu agung, pejabat, atau tamu kehormatan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan rasa senang atas kedatangan mereka.   Gerakan-gerakannya yang lembut, anggun, dan luwes melambangkan keramahan, kehalusan budi...

Pemain Punya Kemampuan

Gambar
       Pemain Punya Kemampuan Tung Widut Ketoprak merupakan salah satu warisan kesenian tradisional yang sangat dihormati. Asalnya dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, namun seni pertunjukan ini juga berkembang pesat hingga ke sebagian wilayah Jawa Timur. Dalam sebuah pementasan ketoprak, terdapat berbagai unsur yang menyatu padu, dan salah satu yang paling vital adalah unsur pemain atau pelakon.   Seorang pemain ketoprak tidak hanya dituntut untuk bisa berakting, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai tingkatan bahasa Jawa. Mereka wajib menguasai Basa Krama, Krama Inggil, hingga ragam bahasa ngoko.    Penguasaan ini sangat krusial karena menjadi media komunikasi antar tokoh dalam cerita. Pemilihan kata dan tingkatan bahasa yang tepat akan mencerminkan status sosial, usia, dan hubungan antar karakter yang sedang diperankan, sehingga cerita menjadi lebih hidup dan bermakna.   Salah satu ciri khas dan kehebatan pemain ke...

Dagelan Penyegar Alur Cerita dalam Kesenian Ketoprak

Gambar
  Dagelan Penyegar Alur Cerita dalam Kesenian Ketoprak Tung Widut Kesenian ketoprak merupakan warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai-nilai budaya, norma sosial, dan keindahan seni pertunjukan. Di balik alur cerita yang biasanya berpusat pada kisah kerajaan yang melibatkan tokoh-tokoh seperti raja, punggawa, patih, permaisuri, hingga abdi dalem terdapat unsur penting yang menjadi ciri khas dan penyeimbang suasana dagelan atau lelucon. Dalam setiap adegan ketoprak, tata krama dan tingkatan kehormatan memegang peranan sentral. Cara berbicara dan berperilaku setiap tokoh diatur secara ketat sesuai dengan posisinya. Raja berbicara dengan gaya yang berwibawa kepada permaisuri, patih, maupun abdi dalem. Sebaliknya, punggawa, patih, atau abdi dalem memiliki cara berbahasa dan sikap menghormati yang berbeda saat berhadapan dengan raja atau permaisuri. Aturan unggah-ungguh ini menjadi tulang punggung cerita, memastikan alur berjalan mudah dipahami penonton. Namun, keseriusan...

Kehalusan Bahasa Kesenian Ketoprak Jawa

Kehalusan Bahasa Kesenian Ketoprak Jawa Tung Widut Ketoprak merupakan salah satu kesenian tradisional Jawa yang tidak hanya memukau melalui alur cerita dan gerak peran, tetapi juga melalui keindahan bahasa yang digunakan. Sebagai kesenian yang lahir dari kearifan lokal, ketoprak identik dengan penggunaan bahasa yang halus, sopan, dan penuh makna, yang sejalan dengan nilai-nilai budaya Jawa yang menjunjung tinggi tata krama dan kesopanan dalam berkomunikasi. Asal-usul, ketoprak dari daerah Yogyakarta, : 1. Krama Inggil Ini adalah tingkatan bahasa yang paling halus dan sopan. Digunakan oleh tokoh yang berkedudukan tinggi seperti raja, bangsawan, atau orang tua, maupun saat seseorang berbicara kepada orang yang dihormati, lebih tua, atau memiliki derajat lebih tinggi. Penggunaan bahasa ini mencerminkan rasa hormat dan kesopanan yang mendalam, yang menjadi cerminan budaya Jawa yang menghargai sesama. 2. Krama Madya Tingkatan bahasa ini berada di tengah-tengah, memiliki k...

Kesenian Ketoprak sebagai Wujud Cinta

Gambar
  Kesenian Ketoprak sebagai Wujud Cinta Tung Widut Ketoprak merupakan salah satu kesenian daerah berupa drama. Pernah merajai dunia hiburan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Tengah sebagai daerah asalnya dan sebagian wilayah Jawa Timur. Tahun 1990-an, kesenian tradisional ini menjadi salah satu hiburan yang paling digemari dan dinantikan kehadirannya oleh masyarakat luas. Di masa di mana teknologi dan media sosial belum berkembang seperti sekarang, ketoprak menjadi pilihan utama untuk mengisi waktu luang, mengumpulkan warga, dan menyampaikan berbagai pesan kehidupan melalui alur cerita yang menarik. Di masa kejayaannya, ketoprak bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga menjadi mata pencaharian yang menjanjikan. Bahkan, grup ketoprak ternama seperti Siswa Budoyo mampu membayar para pemainnya dengan gaji yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan pegawai negeri pada masa itu. Para pemainnya dapat mengandalkan keahlian bermain peran mereka untuk memenuhi kebutuhan ...

Merintis Kembali Kesenian Ketoprak di Tengah Gempuran Zaman

Gambar
  Merintis Kembali Kesenian Ketoprak di Tengah Gempuran Zaman Tung Widut Ketoprak, kesenian tradisional yang dulunya menjadi primadona hiburan masyarakat luas, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kini perlahan mulai tergerus zaman. Hadirnya media sosial seperti YouTube mengubah cara orang mencari hiburan, sehingga kesenian ini perlahan hilang dan hanya menyisakan sedikit kelompok yang masih bertahan serta aktif tampil hingga hari ini. Bagi mereka yang pernah hidup di masa kejayaannya, nama Ketoprak Siswa Budoyo tentu tak asing lagi. Pada tahun 1990-an, grup ini menjadi yang terbesar dan diakui sebagai kiblat dunia ketoprak. Nama besarnya menginspirasi berdirinya banyak grup ketoprak lain di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Saat itu, Siswa Budoyo dikenal sebagai grup paling modern. Mereka sudah menggunakan teknologi pencahayaan yang canggih dan memadukan gerakan seni bela diri atau silat dalam adegan peperangan, sehingga penampilannya terlihat megah dan dinamis. Setiap m...

Cikar Transportasi Lawas yang Menghiasi Pagi Blitar

Gambar
Cikar Transportasi Lawas yang Menghiasi Pagi Blitar Tung Widut Sumber gambar : Dola Ai Pagi ini, matahari terbit dengan sangat cerah. Sejak pukul 06.00, hangatnya sinar sudah terasa menyapa, sementara jalanan mulai ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan. Namun, pemandangan yang paling mencolok adalah deretan ibu-ibu yang setia mengantar anak-anak mereka bersekolah. Di tengah kesibukan pagi itu, ada sesuatu yang berbeda dan menjadi pusat perhatian para anak-anak. Sebuah alat transportasi zaman dahulu hadir di tengah mereka, memancarkan pesona sejarah yang jarang terlihat lagi. Di Blitar dan sekitarnya, alat itu dikenal dengan nama Cikar. Sontak, wajah-wajah polos anak-anak itu berubah menjadi penuh keheranan. Mereka saling berbisik dan berbincang dengan ibunya sambil menunjuk ke arah cikar. Rasa kagum bercampur senyum lebar terpancar di wajah mereka, memandang kendaraan unik itu hingga perlahan menghilang di kejauhan. Bagi yang belum tahu, cikar semacam gerobak besar yang ditarik ...