Ketika Malam Tung Widut Purnama lama tak jumpa Berdiam dalam peraduan berselimut mendung Hujan yang menghela tak jua mampu menyibak Kelabu bertambah malam Pekat terasa Denting air di genting rumah Terus tak terjeda dalam nyenyak Melelapkan bantal yang kian jauh bermimpi Tidak jua berkhayal tetang hari esok Burung malam menyelinap antara dedaunan Kemelontang buah jatuh dianggap mantra menyeteru Sunyi hening tak bersahut Menggelepar pergi Fthttps://m. kumparan.com/ Sementara Tung Widut Langit bersisik awan Biru membentang Memancarkan keindahan Tat kala petir secara tiba-tiba Semua jadi gelap diambang kelabu Tak hanya rasa malu dan ngilu Sesak dengan tetesan berjuta bulir Terhempas di tebing berbatu Tak sekali Kini datang lagi badai air Memporandakan kesetiaan yang terjaga keheranan Rahwana berubah menjadi anoman Animan pun hengkag dari cerita membuat bimbang Negara Putih Tung Widut Berita dari jauh Tetang negara kincir angin yang d...
SERPIHAN CERMIN R ETAK 13 Tung Widut “Bapak nggak usah memberi harapan palsu buat mamaku,” kata Yuandra setelah menggelandang pak Carlos ke luar ruangan. “Yuan. Kebahagiaan hal yang sangat penting bagi orang sakit. Please…kabulkanlah permintaanku kali ini. Demi mamamu,” pinta Pak Carlos sambil menyatukan kedua belah tangannya tanda permohonan. Yuandra berpendapat. Jangan pernah memeberi harapan kosong pada ibunya. Apalagi cerita yang sebenarnya tentang kejadian yang mereka alami. Sedang Pak Carlos mempunyai pendapat lain. Ingin membahagiakan mamanya Yuandra sete;ah mengetahui keadaan sebenarnya. Ingin memberi dukungan moral. Bagi orang sakit perasaan senang dan gembira sangat penting. Memang apa salahnya kalau betul dirinya harus menikah dengan Yuandra, toh dia sudah memberikan keperawanan padanya. Perdebatan mereka takkan bisa berakhir. Mereka mempunyai pandangan y...
SERPIHAN CERMIN RETAK 12 Tung Widut “Diri kamu hanya seharga dua puluh lima juta. Oh betapa rendah,” kata pak Carlos dengan wajah sinis. “Bapak boleh menghina saya apa saja, tapi dua puluh lima juta sangat berharga bagi nyawa mama saya.” Kini keduanya terdiam sangat lama. Keduanya mengembara dala pikiran masing-masing. Yuandra mulai melangkahkan kakinya menuju mobil. Di hempaskan pintu mobil keras-keras sampai mendentum. Sepanjang perjalanan pulang tak ada pembicaraan. Mobil berjalan seiring gemuruh di dada masing-masing. Yuandra melihat ke depan dengan pandangan kosong. Sedangkan Pak Carlos sesekali melirik ke arah Yuandra. Tak tahu apa yang dipikirkan tentang gadis cantik yang ada di sebelahnya itu. Setelah sampai di tempat parkir Yuandra membuka pintu. Dia berjalan menuju pintu masuk rumah sakit. Terpaksa Pak Carlos berlarian mengejar agar dia tak ketinggalan arah. Sesampai di sebuah...
Komentar
Posting Komentar