Postingan

Pelangi

Gambar
 Pelangi  Tung Widut Pagi datang seirama dingin Rintik air reda sudah Meninggalkan hawa sejuk menantang Kali berjalan berpacudengan waktu Jalanan ramai dengan mesin menderu Meninggalkan  rumah dengan terkunci pintu Semua pergi terburu Matahari mulalai merayu kabut Menggeliat dengan sinar redup  Lagit sedikit abu-abu Telihat selengkung tangga bidadari Menghias dengan warna memikat hati  Merah kuning hijau biru  Pelangi jeritku

Pagi Kelabu

Gambar
 Pagi Kelabu Tung Widut Malam hilang kesunyian Fakta pada suatu gemuruh hujan Terlalu seram menghujam tiada rasa Berperang dengan atap dan talang yang menjerit Hawa dingin membuat bantal lengket dengan tubuh Tak perduli jam sudah jauh meninggalkannya Berputar tanpa ampun  Melesat dibanding kemalasan  Derai masih terdengar Semakin riuh bersampur deru terburu Mengalahkan  jalanan mejunu pintu kantor yang lengang Terdiam Menikmati hujan dengan kedunguan Pura-pura takut  Pura-pura basah Pura-pura malas Sejuta alasan 

Senyum Tanpa Hujan

Gambar
 Senyum Tanpa Mendung Tung Widut Berlindung dari awan tipis Mengambang di awang-awang Matahari bersinar cerah Secerah hati tanpa hujan Senyum merona dari bibir manis mereka Menyambut hari dengan suka cita Semangat di dada  makin berkobar Kala  hari cerah ceria Angin tenang diam berbisik Mengatakan lagu sendu buat pera yu Kali ini benar tunduk pada waktu Yang memberi kedamaian saat hari bersatu Hujan tak datang merebut sendu

Berharap

Gambar
 Berharap Tung Widut Kelabu langit menyapa pagi Mentari malu menampakkan diri Dari tidur semalam yang terlalu damai Embun belum juga mengering Hawa dingin terasa dalam belaian angin Semilir meniup kulit ari  Pekat semakin terasa di atas sana Mendung menggelantung pada  awang-awang Semakin siang semakin menggumpal petang Awan akankah kau ajak hujan bersamamu Menyapa hati gundah karena kebahagiaan semu Tak luput air mata bila kau turun Hatiku benar bagai diiris sembilu Awan akankah kau  tambah luka hati ini Dengan guyuran yang bisa menghentikan rejeki Hanya kaulah harapan ini Jangan datang hujan  sepanjang hari Awan akankah kau obati luka hatiku Yang selalu memohon atas kebesaran Mu Hujan tak akan ku tolak pada malamku Saat  tertidur lelap menjedakan nafasku

Genangan

Gambar
  Genangan Tung Widut Genangan air pada jalanan Bercerita tetang hujan semalam Melenyapkan bintang yang kan datang Menemani hati gundah   Genangan air pada jalanan memberi tanda  Hujan mengujam dengan deras Tanpa ampun  berbanjiri tanah  Genangan air dijalanan menjadi memori Tak seorang mampu menghindari Bila Tuhan benar memberi Hujan yang ditunggu  datang malam hari Genangan air dijalanan memberi peringatan Ada yang salah dalam kehidupan Seharusnya begitu  cepat harus hilang Mengalir pada tempat yang lebih rendah Genangan air di jalanan menjadi PR Cepat tanggap para pemenggang kebijakan  Seharusnya tak terjadi Bila hidup sesuai yang di jalani Genangan air di jalanan jangan sampai membawa kurban Di dalam menyipan ranjau bahaya Terjerembab kala dilewati Bila diri tak punya hati-hati

Jalanan Malam

Gambar
 Jalanan Malam  Tung Widut Temaram cahaya lampu  berjajar Hitam sepi ada pada garis putih tengah jalan Lampu ditepian berkesip terhalang dedaunan Dingin ada terasa Laju roda tanpa ragu Membelah segaris sejajar dengan ujung jalan  Tanpa lawan atau teman Lenggang sendiri dalam perjalanan malam Binatang pengganggu dielak Tak perduli  mereka sedang apa Takut di tinggaln begitu saja Malam telah dipilihnya 

Hujan Kelabu

Gambar
 Hujan dalam Kelabu Tung Widut Pagi menjelang Temaram menuju terang seisi  alam Menyapa selamat pagi untuk kita semua Hanya sebuah keinginan karena biasa Bukti hanya mendung yang datang Matahari enggan bersolek Hanya diam dibalik awan Tanpa sebuah perlawanan Dedaunna terlanjur sendu Burung lilung arah ditengah gerimis Tak tanpa tanda yang bisa dianutnya Mengepakkan sayap sambil menangis Harus kemana arah tertuju