Ketika Malam Tung Widut Purnama lama tak jumpa Berdiam dalam peraduan berselimut mendung Hujan yang menghela tak jua mampu menyibak Kelabu bertambah malam Pekat terasa Denting air di genting rumah Terus tak terjeda dalam nyenyak Melelapkan bantal yang kian jauh bermimpi Tidak jua berkhayal tetang hari esok Burung malam menyelinap antara dedaunan Kemelontang buah jatuh dianggap mantra menyeteru Sunyi hening tak bersahut Menggelepar pergi Fthttps://m. kumparan.com/ Sementara Tung Widut Langit bersisik awan Biru membentang Memancarkan keindahan Tat kala petir secara tiba-tiba Semua jadi gelap diambang kelabu Tak hanya rasa malu dan ngilu Sesak dengan tetesan berjuta bulir Terhempas di tebing berbatu Tak sekali Kini datang lagi badai air Memporandakan kesetiaan yang terjaga keheranan Rahwana berubah menjadi anoman Animan pun hengkag dari cerita membuat bimbang Negara Putih Tung Widut Berita dari jauh Tetang negara kincir angin yang d...
What's Turonggo Seto Tung Widut Menutup bulan Agustus desa Kolomayan dengan pagelaran ketoprak. Pagelaran ini merupakan penutup serangkaian acara selama tiga hari. Hari pertama pembukaan bazar dengan parade sholawat. Malam kedua pagung gembira. Minggu pagi tanggal 31 Agustus 2025 mulai pagi jalan sehat keliling desa. Sore diawali dengan tari dan campursari. Diakhiri ketoprak. Ketoprak ini persembahan gabungan sanggar KRIDO MANUNGGAL pimpinan Ki Sukro Bawono dengan kelompok tani Barokah Rahayu Kolomayan . Malam ini ketoprak kelompok tani membawakan lakon Dewi Songgo Langit. Cerita tentang Dewi Songgolangit yang mengadakan sayembara. Dia akan bersedia menikah jika permintaan Turonggo Seto dipenuhi. Turonggo Seto sebuah tarian yang melambangkan kuda, dibawakan oleh 17 penari laki-laki, terdiri dari satu panglima dan 16 prajurit. Tarian ini di wil...
SERPIHAN CERMIN RETAK 12 Tung Widut “Diri kamu hanya seharga dua puluh lima juta. Oh betapa rendah,” kata pak Carlos dengan wajah sinis. “Bapak boleh menghina saya apa saja, tapi dua puluh lima juta sangat berharga bagi nyawa mama saya.” Kini keduanya terdiam sangat lama. Keduanya mengembara dala pikiran masing-masing. Yuandra mulai melangkahkan kakinya menuju mobil. Di hempaskan pintu mobil keras-keras sampai mendentum. Sepanjang perjalanan pulang tak ada pembicaraan. Mobil berjalan seiring gemuruh di dada masing-masing. Yuandra melihat ke depan dengan pandangan kosong. Sedangkan Pak Carlos sesekali melirik ke arah Yuandra. Tak tahu apa yang dipikirkan tentang gadis cantik yang ada di sebelahnya itu. Setelah sampai di tempat parkir Yuandra membuka pintu. Dia berjalan menuju pintu masuk rumah sakit. Terpaksa Pak Carlos berlarian mengejar agar dia tak ketinggalan arah. Sesampai di sebuah...
Komentar
Posting Komentar