SERPIHAN CERMIN RETAK 1 Tung Widut "Maaf, saya harus segera pergi. Mau kerja," kata Yuandra. Dia sibak selimut tebal yang yang berbau harum bermotif harimau. "Oh....." Katanya lirih. Dia merasakan sakit yang amat sangat di bawah perutnya. Perih seperti terluka silet. Dia berusaha tak peduli. Harus segera pergi. Sejam lagi harus kerja. Tangan kanannya meraih satu persatu baju yang ia tanggalkan tadi. Dilekatkan kembali pada tubuhnya. Belum juga sempurna memakai baju, dia tertatih berjalan menuju pintu kamar mandi. Diambang pintu berhenti sejenak. Membungkukan badan meringgis menahan perih. Suara pintu tertutup lirih. Menenggelamkan tubuh mungilya m...
Komentar
Posting Komentar