Postingan

Penyisipan Gerak Modern ke dalam Tari Tradisional

Gambar
 Penyisipan Gerak Modern ke dalam Tari Tradisional   Kesenian tradisional kini perlahan kembali digemari oleh masyarakat luas. Berbeda dengan masa tahun sembilan puluhan, ketika kesenian ini sempat meredup hingga nyaris terlupakan—seakan mati suri: masih ada cerita dan pelakunya, namun tak pernah tampil lagi, baik itu wayang orang, ludruk, ketoprak, maupun tarian sederhana seperti uyon-uyon dan lainnya. Kini, gelagat yang berbeda mulai terlihat: bermunculan tarian-tarian baru yang gerakannya disesuaikan dengan irama kehidupan, gaya hidup, serta selera masa kini. Contohnya tari Marak Sutra yang sejak awal tampil lincah, memikat, dan indah dengan busana yang selaras tema, kini disisipi pula gerakan seperti pargoy atau goyang itik. Hal ini terbukti mampu menarik minat generasi muda untuk kembali mengenal dan mempelajari tarian tradisional. Langkah ini tentu saja sah-sah saja; seni tari tradisi memang harus terus berkembang seiring berjalannya waktu, namun tanpa melupakan nilai-ni...

Pentingnya Tata Panggung dalam Gladi Bersih

Gambar
 Pentingnya Tata Panggung dalam Gladi Bersih Tung Widut   Tata panggung memegang peranan yang sangat vital dalam setiap pementasan tari, sehingga rancangannya perlu diketahui secara menyeluruh oleh seluruh pemain, pelatih, maupun penata tari. Seorang penata tari tentu menginginkan terciptanya kesatuan yang utuh antara tema, gerak, dan latar belakang yang saling mendukung tarian yang dibawakan.   Apabila dalam satu panggung akan ditampilkan beberapa tarian sekaligus, maka biasanya dipilih latar belakang yang bersifat netral. Namun, hal ini kini dapat diatasi dengan kemajuan teknologi, seperti penggunaan videotron yang mampu menampilkan latar belakang yang sesuai dengan tema masing-masing tarian. Meskipun demikian, tidak jarang videotron hanya digunakan untuk menampilkan judul pertunjukan saja, sehingga latar panggung tetap disusun secara umum atau natural.   Selain latar belakang, susunan trap atau pijakan yang digunakan oleh penari pun harus diperhitungkan dengan mat...

Puspitarum Gebrak Kafe Saljuri: Harmoni Kuliner dan Karawitan

Gambar
 Puspitarum Gebrak Kafe Saljuri: Harmoni Kuliner dan Karawitan   Pada tanggal dua puluh lima Juni dua ribu dua puluh enam, Kafe Saljuri yang terletak di wilayah Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, mendadak menjadi pusat perhatian. Kelompok karawitan Sanggar Seni Puspitorum dari Kolomayan tampil menghibur para pengunjung dalam sebuah pertunjukan istimewa. Kelompok yang terdiri dari para pemuda hingga orang dewasa yang memiliki kecintaan mendalam terhadap seni tradisi ini tampil memukau, melantunkan tembang-tembang khas Jawa seperti Blitar, Kawentar, Gugur, dan Gunung Ninggal Katresnan. Tak hanya itu, hadir pula penampilan tari Gambyong yang dibawakan oleh anggota Puspitorum, serta kehadiran sinden cantik Dinda, Vela dan Nduk Nova sinden lokal ternama yang suaranya begitu merdu. Didukung pula oleh Pak Argo.   Kafe yang baru berdiri di pertengahan tahun dua ribu enam ini menjalin kerja sama dengan kelompok tersebut karena memiliki visi yang sama: memajukan wisata k...

Suasana di Balik Persiapan Uji Kompetensi Sanggar Tari Kembang Sore

Gambar
 Suasana di Balik Persiapan Uji Kompetensi Sanggar Tari Kembang Sore Tung Widut   Pukul delapan pagi, tanggal dua puluh lima Juli dua ribu dua puluh enam, area parkir PIP Bung Karno sudah tampak ramai. Ratusan siswa yang akan mengikuti uji kompetensi Sanggar Tari Kembang Sore mulai berdatangan, bergegas menuju pendopo depan yang diselimuti kain hitam—sebentar lagi tempat itu akan berubah menjadi ruang rias yang sibuk.   Antrean tampak panjang; dua ratus tujuh puluh lima siswa berjubah berbaris tertib, menunggu giliran untuk merias wajah, menata tenggul, hingga mengenakan busana pertunjukan dengan rapi. Mulai dari tingkatan Pra-Dasar I, Pra-Dasar II, Dasar I, Dasar II, hingga tingkatan Magang dan Pelatih, semuanya bersiap sebaik mungkin. Acara ini merupakan uji kompetensi tahunan yang diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi bagi seluruh peserta didik Sanggar Tari Kembang Sore Cabang Blitar.   Salah satu sesi yang paling banyak diminati dan selalu d...

Semangat Menuju Uji Kompetensi Sanggar Kembang Sore Cabang Blitar

Gambar
 Semangat Menuju Uji Kompetensi Sanggar Kembang Sore Cabang Blitar Tung Widut   Hari ini, Jumat, 24 Juli 2026, suasana penuh semangat terasa begitu kental saat gladi bersih digelar di PPIP Kota Blitar, sebagai persiapan matang menuju uji kompetensi Sanggar Kembang Sore Cabang Blitar. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan ini akan diikuti oleh seluruh siswa yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari kelompok Kota Blitar yang berlatih di PPIP, kelompok Ponggok yang berlatih di Kantor Desa Ponggok, kelompok Wonodadi yang berlatih di Kantor Korwil Dinas Pendidikan Wonodadi, hingga kelompok Udanawu yang berlatih di Kantor Desa Mangunan Udanawu.   Sebanyak sekitar 500 siswa dari jenjang TK/PAUD hingga usia SMA turut berpartisipasi, yang dikelompokkan berdasarkan tingkatan kemampuan mulai dari Pradasar 1, Pradasar 2, Dasar 1, Dasar 2, tingkatan Magang, hingga tingkatan Pelatih. Nantinya, acara ini juga akan semakin meriah dengan kehadiran bintang tamu dari Sangga...

Materi Bimtek Day 3

Gambar
 Materi pak Saiful Hari ini day  3  Bimtek kepenulisn. Mendapat materi tentang isay dari pak Saiful, seorang penulis  sekaligus dosen UIN Tulungagung.  APA ITU ESAI?   Esai adalah tulisan prosa yang memaparkan gagasan, sudut pandang, atau argumen penulis secara personal terhadap suatu persoalan — ditulis bebas namun tetap runtut dan logis.   "Esai yang baik bukan yang paling banyak kata, melainkan yang paling jelas gagasannya."   Ciri Utama Esai Media Massa (Opini/Tulisan):   - Mengangkat isu yang sedang relevan/aktual - Menawarkan sudut pandang atau solusi baru - Ditulis untuk pembaca umum, bukan akademis - Panjang teks: umumnya 600–900 kata   Karakteristik Esai:   01. Subjektif namun beralasan Menyampaikan sudut pandang pribadi, namun didukung fakta dan bukti.   02. Reflektif Lahir dari pemikiran mendalam atau renungan penulis.   03. Argumentatif Penyampaian yang jelas dan disertai pembuktian.   04. Ringkas & Pa...

FYP Darboy

 FYP Darboy Tung Widut "Darboy adalah geng anak muda yang kini mampu menggebrak penonton di seluruh Indonesia, bahkan hingga kancah internasional. Mereka membawakan lagu-lagu campursari lawas dengan memadukan irama Jawa, musik gamelan, dan dangdut: menciptakan gaya pop Jawa yang terasa lebih nikmat. Kombinasi yang unik dan kekompakan yang luar biasa menjadi gebrakan khas mereka, disertai melodi serta lirik campursari yang hangat di telinga. Mereka mengusung irama yang sederhana, namun disisipi ketukan kendang yang asyik dan alunan suling yang syahdu. "Kali ini Ndarboy Genk kembali menggebrak panggung megah di seluruh Indonesia lewat lagu 'Liwung'. Lagu ini ternyata sangat nikmat didengar dan langsung menuai respon positif dari para penggemar. Penonton pun dengan penuh semangat mengikuti gerakan yang diarahkan vokalis. Tak hanya itu, wajah-wajah tampan para anggota yang berpenampilan sangat rapi kini bertebaran di media sosial, membawa nama harum berkat deretan prestas...

PERANGAN PADA KETOPRAK

Gambar
 PERANGAN PADA KETOPRAK  Tung Widut  Peperangan dalam ketoprak merupakan adegan yang menggambarkan pertempuran atau pertarungan fisik antar tokoh dalam cerita. Biasanya, adegan ini diawali dengan pertarungan antar prajurit atau pasukan terlebih dahulu; apabila kedua pasukan tersebut sudah dikalahkan, barulah tokoh utama akan saling berhadapan dan berperang satu sama lain. Di samping berfungsi sebagai hiburan, adegan ini memiliki makna mendalam, yaitu menyampaikan pesan tentang nilai kebenaran melawan kejahatan, keberanian, kesetiaan, serta gambaran tentang ambisi menguasai wilayah dan perselisihan yang terjadi. Ada pesan simbolis yang selalu ditonjolkan: kebenaran pada akhirnya akan selalu menang, sedangkan kejahatan pasti akan mengalami kekalahan.   Secara peran dalam cerita, peperangan menjadi puncak dari suatu konflik, sekaligus sarana untuk memperlihatkan kekuatan, keberanian, dan strategi yang dimiliki para tokoh. Momen ini menjadi penentu kemenangan atau kekala...

PENTINGNYA MODUL AJAR

Gambar
  Materi Workshop 2026  PENTINGNYA MODUL AJAR  Tung Widut Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu indikator kemampuan peserta didik.   Banyak siswa masih mengalami kesulitan memahami soal berbasis literasi dan numerasi.   Modul ajar yang terstruktur dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.   Guru memerlukan perangkat ajar yang sesuai dengan karakteristik TKA dan Budaya SMK. TAHAPAN PERMASALAHAN    ✅ Tanah – Masalah Eksternal Masalah yang berada di luar lingkungan/komunitas, namun turut menjadi penyebab munculnya masalah.   ✅ Akar – Penyebab / Masalah Inti Faktor asal atau akar masalah yang mendasar; hal‑hal yang menimbulkan masalah utama pada batang.   ✅ Batang – Masalah Utama Gambaran jelas dari masalah pusat atau inti yang sedang diteliti dan diselesaikan.   ✅ Cabang – Masalah Akibat Masalah‑masalah yang muncul sebagai dampak langsung dari masalah utama (batang).   ✅ Daun – Masalah Akib...

Liburan Berilmu Bersama BP Kebudayaan Jatim

Gambar
  Liburan Berilmu Bersama BP Kebudayaan Jatim Tung Widut Mengikuti acara pelestarian budaya yang diselenggarakan oleh BP Kebudayaan Jawa Timur pada tanggal 2 Juli 2026 di Situs Umpak Setonorejo merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi para siswa kelas V, kelas VI Sekolah Dasar dan yang setingkatnya. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga pukul 12.00 WIB di halaman Situs  Umpak Sentonorejo, digelar dengan suasana yang sangat meriah.   Saat pertama kali tiba, seluruh peserta sudah disambut dengan keramahan dari para panitia. Sebagian besar peserta siswa kelas VI yang tampak sangat ceria dan gembira sepanjang jalannya acara. Segera setelah masuk, anak‑anak langsung diberikan camilan yang disukai Anak-anak.  Hal ini menjadi penyemangat yang indah sejak awal kegiatan.   Selama penyampaian materi dan penjelasan sejarah, diselenggarakan ada berbagai pertanyaan dan kuis yang menarik. Bagi peserta yang berhasil menjawab, disediakan hadiah berupa uang sak...

Persahabatan dari Balik Teralis Pagar

Gambar
 Persahabatan dari Balik Teralis Pagar Tung Widut Hasan dan Sulis bersahabat dari pertama menjadi guru honorer. Suka duka di sekolah dengan gaji dua digit disambut dengan candaan yang menyamarkan rasa duka.  Kesabaran menggunakan ijasah yang terlanjur didapatkan dengan dalih mencari mengalaman. Suatu  pandangan yang kadang dilihat sebelah mata oleh pembisnis. Kadang pula diremehkan dari sebuah kenyataan karena penghasilan yang tak mencukupi.  Mungkin sudah jiwanya menjadi seorang pendidik., awal  ditempuh dengan senyuman setiap pagi dan sejuta harapan di masa mendatang. Harapan keduanya menjadi kenyataan. Hasan yang seorang guru agama mendapat tugas pertama pindah ke sekolah lain.  Sulis dan keempat temanya tetap di  sekolah lama.  Setelah sekian lama berpisah  serah terima jabatan kepala sekolah Sulis  dengan Hasan pun terjadi. Rasa sejuta gembira membara di hati mereke. Sulis berangkat dengan senyum  setumpuk kebahagiaan. Membayan...

Tantangan Mencari Pemain Ketoprak

Gambar
 Tantangan Mencari Pemain Ketoprak Tung Widut Mencari dan mengajak masyarakat awam untuk terlibat dalam kesenian ketoprak bukanlah hal yang mudah, memiliki tantangan tersendiri yang perlu dihadapi. Di tengah zaman yang serba modern ini, banyak orang menganggap ketoprak sebagai kesenian kuno yang kurang menarik, sehingga minat untuk mempelajarinya pun cenderung rendah. Meski demikian, masih ada sebagian kecil yang memiliki keinginan untuk terlibat, namun mereka sering kali terhalang oleh anggapan bahwa ketoprak adalah pertunjukan yang rumit dan sulit dikuasai. Kesenian ini memang memiliki standar yang tinggi, menuntut kemampuan berbahasa Jawa halus serta pemahaman mendalam tentang tata krama dan unggah-ungguh, hal yang selama ini dianggap hanya bisa dikuasai oleh seniman profesional. Namun, dengan semangat dan kecintaan terhadap warisan budaya, hal ini bukan berarti mustahil dilakukan.  Kuncinya terletak pada cara pendekatan yang tepat, yaitu dilakukan secara halus, menyenangka...

Pergantian Kepala Sekolah

Gambar
Pergantian Kepala Sekolah Tung Widut Malam itu grup WA digemparkan dengan kabarnya kepala sekolah akan pindah. Rentetan komentar menutup setiap layar hp bergantian. Bunyi notif berirama mengungkapkan kata dengan nada berandai. berjajar nama kemungkinan dibaca kepribadian bak dukun sakti dengan [pembenaran A1.  Dua kandidat sama berat. Seorang lelaki gagah dengan sejuta disiplin yang pasti akan membuat para guru di godog dalam kurungan. Tak mampu bernafas santai di antara kopi dan rokok. Ibu-ibu tak akan bisa menjemput buah hati di sela jam mengajar. Bayangan kiamat akan segera datang. Hati batu menyebutnya. Kandidat lain seorang lelaki lembut. Latar belakang membuat beberapa orang baper dengan masa lalu cinta yang di PHP.  Dari pagi sudut ruangan guru bergerombol. FYP berita pergantian kepala sekolah. Berbisik-bisik tak tentu arah. Sebuah pengumuman dari pengeras terdengar tak biasa. semua warga sekolah berkumpul menyapa lapangan. tanpa sebuah barusan seorang lela...

Gending Sampak Sebagai Pembuka Pertunjukan Ketoprak

Gambar
Gending Sampak Sebagai Pembuka Pertunjukan Ketoprak  Tung Widut   Meskipun Ladrang Wilujeng menjadi standar resmi, banyak kelompok dan seniman ketoprak yang memilih menggunakan Gending Sampak sebagai pembuka pertunjukan. Gending ini memiliki irama yang cepat, dinamis, dan bersemangat, berbeda jauh dengan nuansa tenang pada Ladrang Wilujeng . Makna kata Sampak adalah gerak dan persiapan, sehingga gending ini sangat tepat digunakan untuk membangkitkan semangat para pemain maupun penonton sejak awal.   Fungsi utama Sampak tidak hanya sebagai pembuka, tetapi juga sebagai penanda perpindahan suasana. Setelah suasana hening dan tenang dari gending pendahulu, irama Sampak digunakan peralihan menuju suasana yang lebih hidup. Gending ini dimainkan bersamaan saat para pemain mulai masuk ke panggung, memberi isyarat bahwa masa persiapan selesai, dan cerita yang penuh peristiwa serta alur kisah akan segera dimulai .   Selain  gending di atas, terdapat pula Ketawang Puspa Wa...

Gending Tlutur untuk Mengiringi Agedan Ketoprak.

Gambar
 Gending Tlutur untuk  Mengiringi Agedan Ketoprak.  Tung Widut Karawitan adalah seni pertunjukan musik tradisional Jawa yang memadukan bunyi dari alat musik gamelan dengan suara manusia (tembang), bukan sekadar iringan alat semata . Salah satu komposisi yang khas adalah Gending Tlutur.   Gending Tlutur adalah jenis gending karawitan Jawa yang diciptakan dan dimainkan dengan nada, irama, serta alunan yang lembut, lambat, dan mendalam. Sifat utamanya adalah membangun suasana sedih, haru, syahdu, hingga seperti tangis atau kesedihan yang mendalam.   Dalam pementasan seperti Ketoprak, gending ini secara khusus dipakai untuk mengiringi adegan yang menyedihkan, terutama saat menggambarkan perasaan seorang istri yang sedang bersedih, menangis, atau berpisah/ditinggal oleh suaminya. Musiknya seolah menjadi pengungkap perasaan yang tak terucapkan, membuat suasana adegan menjadi lebih terasa menyentuh hati dan penuh kesedihan. Bahkan, dalam penggunaannya pada pertunjukan,...

Simbol Kelir dalam Pagelaran Ketoprak

Gambar
 Simbol Kelir dalam Pagelaran Ketoprak Tung Widut   Ketoprak, salah satu seni pertunjukan tradisional Jawa yang kaya akan nilai budaya dan cerita, selalu menghadirkan keindahan yang tak hanya berasal dari akting para pemain, melainkan juga dari unsur pendukung panggung yang penuh makna. Salah satu elemen terpenting yang tak pernah terlewatkan dalam setiap pagelaran ketoprak adalah kelir.   Kelir adalah sebutan untuk kain berupa layar atau tirai yang berfungsi sebagai penutup panggung. Keberadaannya bukan sekadar hiasan semata, melainkan berperan besar dalam membangun suasana, menjadi latar belakang cerita, hingga menjadi penanda pergantian adegan. Lebih dari itu, kelir juga berfungsi sebagai media penyampai pesan dan gambaran isi cerita lewat warna-warna yang ditampilkannya. Setiap warna yang dipilih memiliki arti dan makna tersendiri yang disesuaikan dengan suasana, watak tokoh, maupun latar tempat dalam cerita yang dibawakan. Berikut adalah makna dari masing-masing warn...

Tantangan dan Solusi bagi Pemain Ketoprak Pemula

Gambar
 Tantangan dan Solusi bagi Pemain Ketoprak Pemula Tung Widut   Bagi para pemain ketoprak pemula, panggung adalah ruang yang penuh kejutan. Saat berlatih, segala sesuatunya berjalan teratur: alur cerita sudah ditetapkan, dialog tertulis rapi di naskah, dan setiap gerakan sudah dipersiapkan matang. Namun, saat giliran tampil di atas panggung tiba, realitas yang dihadapi sering kali sangat berbeda. Perbedaan mencolok antara suasana latihan dan penampilan nyata menjadi tantangan utama yang harus segera dipahami dan diatasi oleh setiap pemula.   Perbedaan ini muncul karena berbagai alasan yang tak terhindarkan. Di atas panggung, sering kali ada bagian dialog atau poin cerita yang hilang dari ingatan, namun di sisi lain, momen-momen baru yang tak direncanakan justru muncul secara alami. Hal ini umum terjadi karena lawan main pun bisa mengalami kendala yang sama, seperti lupa naskah atau gugup. Selain itu, kehadiran pemain yang sudah berpengalaman atau senior juga turut memengar...

Karawitan Pospitorum Meriahkan Penyambutan Silaturahmi Lemhanas RI di Blit

Gambar
    Kelompok Karawitan Pospitorum Meriahkan Penyambutan Silaturahmi Lemhanas RI di Blitar Tung Widut   Blitar, 13 Mei 2026 – Suara alunan gamelan yang syahdu dan tembang-tembang merdu menggema di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kabupaten Blitar, pada Rabu (13/5). Itulah penampilan dari Kelompok Karawitan Pospitorum yang turut memeriahkan acara penyambutan dan silaturahmi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Alunan nada talu yang dimainkan, diiringi suara sinden yang lantang dan melengking, menyuguhkan suasana budaya yang kental dan penuh semangat.   Kelompok kesenian ini merupakan binaan dari Kelompok Tani Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, dan bergerak di bawah pimpinan Ki Sukrobawono. Penampilan mereka menjadi sajian istimewa dalam rangka menyambut kedatangan rombongan Lemhanas RI, yang turut dihadiri langsung oleh Bupati Blitar, Riyanto, serta Wakil Bupati Blitar, Becky Hardiansyah.   Kehadiran para tokoh penting dan pejabat daerah tersebut...

Pentingnya Penolakan Hujan dalam Pementasan Ketoprak

Gambar
 Pentingnya Penolakan Hujan dalam Pementasan Ketoprak Tung Widut Dalam tradisi seni pertunjukan Jawa, ketoprak bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari warisan budaya yang dijaga dengan penuh rasa hormat. Salah satu hal yang kerap dilakukan sebelum maupun saat pementasan adalah permohonan agar terhindar dari hujan. Tindakan ini dikenal dengan sebutan nyenyuwun atau ngeter, dan ternyata memiliki makna yang sangat mendalam, baik dalam hubungan antarmanusia, aspek teknis pertunjukan, maupun nilai spiritual yang melekat di dalamnya.   Secara teknis, alasan utama penolakan hujan berkaitan erat dengan peralatan pendukung pementasan. Irama dan alur cerita ketoprak diiringi oleh gamelan, yang terbuat dari gabungan logam dan kayu. Jika terkena air hujan, bagian logamnya berisiko mengalami karatan dan kerusakan permanen, sedangkan bagian kayu akan berubah sifatnya sehingga menghasilkan bunyi yang tidak lagi indah atau sesuai nada aslinya. Tidak hanya itu, peralatan pendukung lain se...

Sesajen Simbol Komunikasi dalam Budaya Jawa

Gambar
  Sesajen Simbol Komunikasi dalam Budaya Jawa Tung Widut Kata “sesajen” atau sering disebut “sajen” berasal dari kata dasar bahasa Jawa "saji" yang berarti hidangan atau sajian. Bagi masyarakat Jawa, Sunda, dan Bali, sesajen bukan sekadar kumpulan makanan yang ditata rapi, melainkan sarana komunikasi yang sarat makna. Menjadi jembatan penghubung antara manusia dengan sesama manusia, dengan alam semesta, serta manusia dengan kekuatan spiritual yang dipercaya ada di sekitar kehidupan. Setiap elemen yang ada dalam sesajen tidak dipilih secara acak, melainkan memiliki makna simbolis dan doa yang tersirat di dalamnya. Setiap bahan yang disajikan dalam sesajen mengandung pesan mendalam tentang kehidupan dan nilai luhur. Bunga setaman yang harum melambangkan niat yang suci dan ketulusan hati saat mempersembahkannya. Bubur merah putih, yang dikenal juga sebagai simbol “bibit dari ayah dan ibu”, menggambarkan asal-usul manusia yang lahir dari pertemuan unsur duniawi dan rohani...