Wednesday, October 27, 2021

Puisi Semangat Tetap di Dada

 Semangat



Tetap di Dada


Tung Widut



Hari ini

Hari bersejarah bagi bangsa kami

Bangsa besar ynag tercipta dari otot perjuangan

Bangsa yang didirikan demi kemerdekaan

Kebebasan dari belenggu



Perlahan mereka mengaitkan tangan

Para pemuda pelopor penggerak

Berjuang dengan iklas tanpa batas

Menyatukan bangsa

Memudarkan ras

Merekatkan suku

Menyatukan tekat



Persatuan  dikumandangkan

Satu tumpah darah

Satu bangsa

Satu bahasa

Indonesia



Friday, October 15, 2021

HATI TERTAMBAT PADA KELOPAK BUNGA

 HATI TERTAMBAT PADA KELOPAK  BUNGA


                Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mulai hari ini, saya berencana  menulis berbagai  tanaman hian dan bunga yang berada ada di di halaman rumah saya. Di alaman depan maupun halaman belakang. Halaman depan rumah sengaja saya beri beberapa tanaman hias yang berbunga maupun hanya daun yang menawarkan keindahan karena saya  suka menanam bunga . Bunga dan tanaman hias  di halaman rumah saya itu bukan bunga mahal.  Bunga yang biasa-biasa saja. Saya menginginkan bunga yang biasa saja ini, yang harganya murah bahkan   saya tidak pernah membeli.  Biasanya saya diberi seorang teman. Rata-rata dari teman-teman saya memberi saat  saya berkunjung ke  rumahnya.  Begitu juga sebaliknya.  Ketika teman-teman saya datang ke rumah,  saya akan menawarkan  beberapa macam bunga yang bisa dibawa pulang.

                Bunga yang tumbuh di halaman rumah saya tidak banyak macamnya. Saya berusaha untuk mengembangbiakan, agar tanaman yang saya punya itu berkembang menjadi banyak.  Tujuannya apabila ada teman yang berkenan untuk mengadopsi, saya bisa memberikan.

                Kepuasan saya menanam bunga itu apabila mengetahui pertumbuhan bunga tersebut. Saya lebih suka menanam bunga mulai dari kecil, kemudian menjadi besar mengeluarkan bunga. Perkembangan inilah yang menjadi kepuasan bagi saya.  Hal ini menjadi alasan ,mengapa saya tidak pernah membeli bunga.  Kalau  bunga membeli  yang jelas kita tahu sudah bagus, sudah cantik. Kalau membeli, asalkan kita mempunyai uang kita bisa memilih tanaman yang bagus. Tanaman yang sudah tinggal merawat.

                Bunga yan saya tanam ada beberapa seperti bunga Tapak Doro, Kamboja besar, Kamboja kecil bunga merak, eforbia, anggrek bulan kecil,  Anggrek merpati, anggrek adronium dan masih beberapa lagi.

 

Terima Uluran Tanganku

 


Sambut Uluran Tanganku
Tung Widut

Kau tahu aku tak punya harta benda
Untuk sekedar meletkakan tangan di atas
Bersedakah seperti yang kau lakukan
Hanya kabar yang aku punya

Marilah kita bersama
Bergandeng tangan mencapai tujuan
Berusaha segiatnya
Semampu tenaga yang kita punya

Jangan curigakan aku
Menyesatkan cara
Ketulusan mengajak bersama
Maju demi kita

Sambutlah tanganku
Hanya tenaga yang ku punya
Hanya tekat yang mengiri
Semangat untuk bekerja sama

#15102021yptdgurusiana


Rasa

Tung Widut



Sejuta dalam dada

Berdesir seiring rinai angin bernyanyi

Malam datang dengan hit

Rasapu sepi sendirian


Pagi datang dengan embun sejuk

Temaram lampu perlahan berganti terang 

Kulit ari menangkap rasa



Selamat  Siang Pagi

Tung Widut



Tak mengelak ketika matahari bersinar

Mata yang baru terbuka tak terbagi embun pagi

Hanya sebuah cerita tentang kesejukan 

Lukisan di timur saat menculnya cahaya



Sebuah terang benderang 

Panas menyengat memeras keringat

Dedauan bertiak kepanasan

Tanah menjerit merasa kerontang


Hati tak tahu lagi tentang keindahan pagi

Karena mata tak pernah terbangun kala dia ada


Dingin segar khas pagi




Rintik Pagi
Tung Widut

Dingin perlahan menerpa
Lalu lalang jalan meyambut munculnya matahari
Sebuah gerbang sekolah diam menanti
Kedatangan para sepatu berseragam putih abu-abu

Rintik membuat laju tergesa
Basah datang semakin berat
Rerumputan sekolah menerima dengan ceria
Kesegaran makin tercipta

Burung kecil berkicau
Ala pagi berseri
Bunga taman depan bermekaran
Menampakkan warna warni dengan keindahan

Pagi rintik datang dengan cantik
Menikmati dengan mata lentik
Tak terlewatkan keindahan walau sedetik
Pagi menggelitik

#14102021yptdgurusiana



Monday, October 11, 2021

Selmat Pagi Siang



 Selamat  Siang Pagi
Tung Widut


Tak mengelak ketika matahari bersinar
Mata yang baru terbuka tak terbagi embun pagi
Hanya sebuah cerita tentang kesejukan 
Lukisan di timur saat menculnya cahaya


Sebuah terang benderang 
Panas menyengat memeras keringat
Dedauan bertiak kepanasan
Tanah menjerit merasa kerontang

Hati tak tahu lagi tentang keindahan pagi
Karena mata tak pernah terbangun kala dia ada


Sunday, October 10, 2021

Kicau Burung Pagi


 

Kicau  Burung Pagi
Tung Widut

Embun menyapa pagi
Dingin belum juga terlerai
Nyanyi riang terdengar terurai
Bersama gaung dari mengeras suarau yang melantunkan ayat-ayat suci

Damai rasa hati mendengar
Menikmati  burung pagi bernyanyian
Riang gembira diatas dahan
Kokok ayam tak tinggal diam
Merayakan embun jatuh di atas rerumputan

Sejuk  merasuk sukma
Memberi makna dalam tentang sang pencipta
Termakasih harus diucapkan
Pagi ini masih bisa menikmatinya

#101020yptdgurusiana



Ketulusan

Tung Widut



Manis kata terucap

Membius semua pendengar

Aku membutuhkan pertolonganmu

Itu kataku saat itu



Tanganmu pun menyambut penuh ketulusan

Merangkut berkait menjadi satu jiwa

Sebuah kerjasama dengan harga rupiah



Sekali kata manis terucap dari bibir merah

Merona memabukan dengan  janji segudang

Kegagalan kali ini masih  tertutup diam

Bergeming kesabaran


Aku pasrah dengan keadaanku

Otot-ototku tak mampu untuk pertempur

Dimedan laga penuh  permainan



Yang kesekalian kebohongan mulai terkuak

Ketulusan yang kau pamerkan membawa duka

Mulai luntur rasa percaya

Murka makin membara kala bukti ada



Kini hati makin kecewa

Ketulusan semakin samar diantar janji kertas uang  dan pelicin




Datanglah Pagi
Tung Widut

Mata telah lelah terpejam
Bersinar bak mentari di hari siang
Walau raga tak bersahabat
Selalu ingin rebah diatas kasur malas
Semangatpun hilang bersama angin

Gelap masih terlihat
Jengkerik masih bernyanyi
Koko ayam bersahutan
Bersama dengan suara sayup adan subuh

Waktu merabat
Angin mulai menyerang
Disela kulit ari menembus tulang

Datanglah pagi
Agar raga tak beralasan lagi
Untuk beaktifitas hari ini
#08102021yptdgurusian



Rindu Tak Tergapai
Rung Widut

Rinduku tak tebendung
Terhalang waktu yang selalu lalu lalang
Tak henti  mengeser perhatian
Menglenyapkan waktu yang   yang arus sisiihkan

Bukan tak perhatian
Bukan pula telah hilang rindu yang ada
Rindu ku semakin biru
Rinduku semakin menggebu
Disela kesibukan yang tak terelakan

Sedetik di pelupuk mata
Datang wajah manja penuh cinta
Sedetik di telinga
Suara merdu menyapa
Sedetik  layar kaca
Senyum manis menggoda

Rindu
Aku tetap rindu
Rindu menggebu
Semakin menggebu
Bersama tumpukan kertas di meja kerja
Dipojok kecil layar kompeter
Tanda rindu

#07102021yptdgurusiana


Wednesday, October 6, 2021

Cinta Terkikis Masa

 


Cinta Terkikis Masa

Tung Widut




Senyum manismu merekah kala  berdua

Berdampingaan bergandeng tangan dengan mesra

Ulurkan tangan untuk masa lalumu

Yang juga bersama pasangan hidup sejantinya

Rupanya dendam telah sirna karena tak muda



Lega rasa nafas dari sukma terdalam

Persahabatan dengan batas kewajaran  kembali ada

Sapa di jalan dengan kerlip lampu

Pandangan tertuju  pada indahan masa lalu



Senja itu becerita lain 

Senyumnya telah disirnakan oleh mendung

Pandangan tak lagi berani beradu

Apakah kau masih menyimpan dendamu

Atau kau ingin benar menghapus dari masa lalu


Hanya bisa pejamkan mata

Ternyata sisa dendam masih ada

Tersimpan di lubuk hati terdalam

Memori itu masih tersimpan



#gurusianayptd



Tuesday, October 5, 2021

Aku Bukan Juara

 

Aku Bukan Juara



Tung Widut

Adan subuh sudah berlalu
Bergegas semua dilakukan dengan secepat kilat
Memburu waktu yang biasanya terlewat
Dipenuhi kesibukan wajib pagi

Rumah sudah ditinggal pergi
Dengan sejuta pr yang menunggu setelah pulang
Bunga dihalaman sekolah menyapa  pagi
Terimakasih  kamu orang perrama menyapaku

Kupandangi  sudut lorong kelas
Satu dua putih abu berjalan perlahan
Melukis basah di atas paving halaman
Sepatu yang baru saja menginjak embun di helai rumput

Mengembara ke seluruh penjuru tempat parkir
Hanya satu kuda besi yang disana
Milikku
Sendirian belum ada teman

#04102021yptdgurusiana


Sunday, October 3, 2021

Jalan Setapak Menuju Surga

 


Jalan Setapak Menuju Surga
Tung Widut

Padang surga terhampar di depan mata
Sekarang menikmati diantara harapan
Mengerahkan seluruh kemampuan tuk mencapai
Impian yang kadang samar terlihat

Seribu doa dipanjatkan
Berlaksa usaha di lakukan
Dikir malam menghiasi sinar rembulan
Datang melihat kejernihan hati

Asa melintasi jalan terjal berliku
Menjoca untuk tetap tegar
Setegar niat yang semula ada

Ranjau tertanam dijalan
Bergeming melihat polah usaha
Berdasar kejujuran
Mencoba kekuasaan Tuhan

Keyakinan di atas tangan menengadah
Tentang cerita surga yang pasti bisa digapai
Asalkan terjalnya jalan dilalui
Bersama doa Tuhan pasti memberi


#04102021Yptdgurusiana



Saturday, October 2, 2021

Kamboja di Tepian Jalan

 Kamboja di Tepian Jalan

Tung Widut



Pagi berseri melihat dunia

Segala semangat menyertai setiap insan

Melesat di kiri garis putih jalanan

Memburu waktu tak henti berdetak



Saksi perlahan mentari membumbung

Siang yang menyengat sinar membakar

Jalan sedikit sepi oleh pengendara

Menghindari hawa tak bersahabat dengan tubuhnya


Kembali setelah seharian

Para pekerja kembali memenuhi jalanan

Kembali pada kasih sayang yang terbina dalam keluarga



Sebentar orang-orang harum dengan hasil bersolek

Melewati dengan santai hitamnya jalanan

Meningmati langit jingga yang terpampang

Diufuk barat menunjukan keindahan


Perlahan petang datang

Para santri bermukena mengajak sandalnya ke surau

Menghadap Tuhan penciptanya

Meminta ampunan atas dosa



Malam tiba sepipun datang

Kabut menyerang tanpa erang yang diserang

Terasa daunku semakin basah

Menggigil diam 

Tetap menjadi saksi bagi mereka

Yang pagi buta berakat bekerja

Yang tersiksa karena sinar menyengat

Yang lelah pulang dalam perjalan

Yang santai bersahabat dengan alam

Yang menjadi orang taqwa pada Tuhanya

Semua aku nikmati dengan berdiri di tepi janan


#03102021yptdgurusiana



Friday, October 1, 2021

Resah dalam Balutan Malam

 

Resah dalam Balutan Malam



Tung Widut

Mata terbuka menelusuri gelap kini
Pendengar setia jekerik malam yang menghiasi sepi
Mengalun tak lelah sampai pagi
Dingin datang semakin semakin pekat tak peduli

Gulana  datang  dalam hati
Kala tengah malam yang sunyi
Menggerus raga yang semakin ringkih
Ini perjalanan hidup yang harus di lalui

Apa yang terpikirkan kali ini
Kau benci itu sudah pasti
Sadar akan kau tusuk lagi
Seperti tikammu yang dulu terjadi

Kata picikmu selalu membenarkan diri
Olah kata agar orang lain mempercayai
Tak apa, hak kamu untuk membenci
Sesuka cara menjalani hidup ini

Tapi yang tak disadari
Aku punya cara tersendiri
Merangkai hidup menata diri
Hanya Tuhan yang aku miliki

#02102021